Terkini, Parepare - Dosen Institut Agama Islam Negeri Parepare, Suhartina, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS) Universitas Negeri Makassar.
Gelar doktor tersebut diraih setelah Suhartina berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Promosi Doktor yang dilaksanakan pada Kamis 12 Maret 2026 lalu di Gedung DA Dekanat FBS Kampus Parangtambung, Makassar.

Dalam disertasinya, doktor asal Kabupaten Bulukumba ini mengangkat judul “Pengembangan Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Berbasis Multiliterasi Terintegrasi Moderasi Beragama di PTKI.”
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran keterampilan berbahasa produktif di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang dinilai masih berorientasi pada aspek teknis linguistik dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan multiliterasi serta nilai moderasi beragama.

Akibatnya, kemampuan menulis dan berbicara mahasiswa berkembang secara parsial dan belum optimal dalam membentuk kompetensi komunikatif yang kritis serta etis, khususnya di ruang publik digital.
Disertasi Suhartina dibimbing oleh Prof. Dr. Sultan sebagai promotor, serta Prof. Dr. Anshari dan Dr. Muhammad Saleh sebagai kopromotor.
Dalam paparannya, Suhartina menawarkan model pembelajaran moderasi sebagai kerangka integratif yang menghubungkan praktik multiliterasi, pengembangan keterampilan menulis dan berbicara, serta internalisasi nilai moderasi beragama dalam satu desain pembelajaran yang sistematis.

“Model ini mereposisi pembelajaran bahasa, tidak hanya sebagai penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga sebagai praktik komunikasi akademik yang mengandung tanggung jawab etis dalam ruang publik digital,” jelas Suhartina dalam presentasi disertasinya.
Ia juga menjelaskan bahwa penelitian tersebut memperluas konsep kompetensi komunikatif dengan memasukkan dimensi etis religius sebagai bagian integral dari kompetensi produktif.

Selain itu, pendekatan multiliterasi juga direkonstruksi melalui integrasi nilai moderasi beragama dalam proses produksi dan transformasi teks.










