Hamkah menjelaskan bahwa Safari Dakwah bagi ASN perempuan bertujuan meningkatkan religiusitas sekaligus membangun keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kualitas spiritual.
“Pembinaan ini diharapkan membentuk ASN perempuan yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual dalam menjalankan amanah pelayanan publik,” detail dia.
Program perdana itu mendapat apresiasi dari berbagai peserta. Salah satunya Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeni yang menilai kegiatan ini memiliki nilai berbeda dibandingkan pelatihan lainnya.
“Banyak pelatihan yang sudah kami ikuti, tetapi Safari Dakwah ini berbeda. Kegiatan ini menguatkan kembali pemahaman kami tentang adab sehari-hari dan sunah Rasul yang sering kali sebenarnya kita lakukan, namun karena ketidaktahuan justru tidak kita amalkan secara tepat,” ungkapnya.
Sejumlah perwakilan kelompok peserta lainnya juga menyampaikan hal senada. “Meski kami telah rutin mengikuti majelis taklim dan kajian agama, materi yang disampaikan dalam Safari Dakwah memberikan banyak wawasan baru bagi kami,” Sri Enyludfiah, Kepala UPTD SMP Negeri 1 Parepare menimpali.
Bahkan mereka berharap durasi kegiatan dapat diperpanjang karena sepuluh jam dinilai masih kurang untuk menggali materi secara lebih mendalam.
Di tempat terpisah, Safari Dakwah untuk ASN laki-lali juga terus berjalan di sejumlah masjid dan telah memasuki gelombang ketujuh.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Parepare berharap terbangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada penguatan akhlak dan spiritualitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan bernilai ibadah.










