Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg di Parepare Tetap Normal, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg di Parepare Tetap Normal, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Parepare – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram di Kota Parepare tetap berjalan normal dan lancar.

Rata-rata distribusi LPG 3 kg di daerah tersebut mencapai sekitar 7.300 tabung per hari, dengan penyaluran dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ke agen hingga pangkalan resmi berlangsung sesuai jadwal.

Sales Branch Manager VII Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan distribusi LPG bersubsidi tidak mengalami kendala. Namun, meningkatnya kebutuhan masyarakat dipengaruhi sejumlah faktor musiman.

"Penyaluran LPG 3 kg di Kota Parepare saat ini berlangsung normal dan lancar dengan rerata sekitar 7.300 tabung per hari. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, meningkatnya kebutuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain musim kemarau yang mendorong penggunaan LPG 3 kg untuk pompanisasi lahan pertanian, munculnya pengecer dadakan, serta panic buying. Dari sisi penyaluran, distribusi dari SPBE ke agen maupun dari agen ke pangkalan tetap berjalan sesuai jadwal dan stok terus kami upayakan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Mulian.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengimbau masyarakat agar membeli LPG subsidi hanya di pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Menurutnya, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

"Kami mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah serta tidak melakukan panic buying.

Dengan demikian, ketersediaan LPG bersubsidi dapat tetap terjaga bagi rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran yang memang berhak menerima subsidi," kata Lilik.

Ia menegaskan, LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga, pelaku usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran sesuai ketentuan pemerintah.

Karena itu, Pertamina akan terus melakukan pemantauan distribusi di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan energi masyarakat tetap terjaga.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan LPG subsidi dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.