“Penghargaan ini adalah inspirasi besar bagi kami di Pemerintah Kota Parepare untuk terus berbenah menghadirkan layanan publik yang akuntabel, transparan, dan berdampak. Inovasi harus lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, dikerjakan dengan budaya kerja yang produktif, dan digerakkan oleh ide-ide kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas sumber daya manusia di Parepare,” ungkap Wali Kota Parepare.
Wali Kota Parepare juga menegaskan bahwa Berdaya Srikandi tidak akan berhenti pada penghargaan. Pemerintah Kota Parepare berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi tersebut ke sektor-sektor lainnya, sekaligus merawat kelompok yang telah terbentuk agar semakin produktif dan berdaya saing.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan Berdaya Srikandi ke sektor-sektor lainnya. Kelompok yang telah berjalan akan terus kami rawat, kami kuatkan produksinya, kami dorong kualitasnya, dan kami perluas dampaknya. Harapan kami, pelayanan publik di Indonesia, khususnya di daerah, terus berbenah menjadi lebih profesional, tangguh, cekatan, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare, Wildana, menjelaskan bahwa kekuatan utama Berdaya Srikandi terletak pada pendekatan pemberdayaan yang saling menguatkan. Inovasi ini mempertemukan sarjana perempuan lokal yang sebelumnya belum bekerja dengan perempuan pesisir yang juga membutuhkan pendampingan ekonomi.
“Keunggulan utama Berdaya Srikandi adalah rantai pemberdayaannya. Sarjana perempuan lokal yang sebelumnya belum bekerja diberi ruang untuk menjadi pendamping, penggerak, dan fasilitator. Mereka kemudian mendampingi perempuan pesisir yang awalnya belum memiliki pekerjaan atau belum memiliki penghasilan tetap. Jadi, inovasi ini bukan hanya membantu perempuan pesisir, tetapi juga membuka ruang produktif bagi sumber daya manusia perempuan lokal,” jelas Wildana.
Ia menambahkan, pendekatan budaya menjadi kunci keberhasilan inovasi ini karena program tidak hadir secara kaku, tetapi tumbuh dari kehidupan masyarakat pesisir.
“Pendekatan budaya membuat inovasi ini lebih mudah diterima. Pemberdayaan dilakukan dengan cara yang dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga perempuan pesisir tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama perubahan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Berdaya Srikandi membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar dan rumit. Inovasi dapat lahir dari kemampuan pemerintah membaca persoalan masyarakat, memahami potensi lokal, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi yang sederhana tetapi berdampak luas.
Melalui Berdaya Srikandi, perempuan pesisir tidak hanya diberdayakan secara ekonomi, tetapi juga diperkuat kapasitasnya, didampingi proses produksinya, serta didorong untuk memiliki peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Inilah yang menjadikan inovasi tersebut relevan dengan semangat pelayanan publik responsif gender dan pembangunan berkelanjutan.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Parepare mampu tampil sebagai daerah yang inovatif, adaptif, dan berani menghadirkan pendekatan baru dalam pelayanan publik. Dari kota pesisir di Sulawesi Selatan, Parepare menunjukkan bahwa keberpihakan kepada masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan, dapat menjadi kekuatan besar yang diakui dunia.










