Kemawa Parepare Gelar Maulid Nabi, Pererat Silaturahmi Warga Wajo Perantauan

Kemawa Parepare Gelar Maulid Nabi, Pererat Silaturahmi Warga Wajo Perantauan

Muhammad Arsyad

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Parepare – Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) bekerjasama dengan Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (Hipermawa) Cabang Kota Parepare, sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Acara penuh hikmat ini dilangsungkan di Barugae Rumah Jabatan Wali Kota Parepare pada Kamis, 9 Oktober 2025, dan menjadi wadah penting untuk memperkuat ikatan persaudaraan warga Wajo yang merantau.

Acara ini tidak hanya fokus pada perayaan keagamaan, tetapi juga dijadikan momentum untuk menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang dikenal dengan istilah "yassiwajoi".

Ketua Panitia Maulid, Andi Erwin Pallawarukka, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak yang menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tanah rantau.

“Terima kasih atas segala support dan partisipasi dalam rangka suksesnya kegiatan Maulid Kemawa Parepare ini. Tentunya, dengan semangat Maulid ini sebagai wadah orang Wajo, karena kita sama-sama perantauan, tentang yassiwajoi,” ujar Andi Erwin.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan tersebut. “Semangat yassiwajoi harus kita jaga dengan baik, termasuk bagaimana kita berkolaborasi khususnya dengan seluruh masyarakat Kota Parepare dan juga Pemerintah agar kita bisa saling memberikan dukungan. Sebagai Orang Wajo, kita harus terdepan dalam mengawal Pemerintahan Kota Parepare.”

Dalam sambutan dari Ketua Pengurus Pusat Kemawa, Pung Datu Sangkawana, disampaikan bahwa peringatan Maulid ini adalah sebuah momentum istimewa yang lebih dari sekadar mengenang tokoh agung, tetapi juga harus dijadikan titik tolak perbaikan diri.

Pengurus Pusat Kemawa menyatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk terus berbenah. “Peringatan Maulid Nabi Besar merupakan momentum istimewa bagi umat Islam, bukan hanya demi mengenang kehadiran tokoh agung, tapi cinta dan keteladanan Rasulullah,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa bagi masyarakat Wajo, Maulid memiliki makna ganda. “Bagaimana kita menjaga nama baik Wajo ke depannya dan di tengah masyarakat, bagaimana Wajo menjaga identitas di tengah masyarakat, serta tetap memperkuat jiwa Islamiah dan persaudaraan.”

Pengurus Pusat berharap momentum ini dapat menjadi titik tolak kebangkitan umat. “Ini harus dijadikan wahana perbaikan iman dan menjaga agar tetap bersholawat kepada Rasulullah.”

Acara Maulid ini tercatat sebagai kali pertama Kemawa di tingkat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Maulid. Pengurus Pusat menyampaikan apresiasi khusus.

“Atas nama pribadi dan Pengurus Pusat, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pengurus dan juga panitia, khususnya anak-anak kami dari Hipermawa, atas support dan bantuannya dalam suksesnya kegiatan ini,” tutupnya.