Terkini.id, Makassar - Kota Parepare kembali sukses di ajang regional. Kali ini, Kompetisi South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2023, Kota Parepare meraih juara Harapan 2 pada proyek investasi terbaik di Sulsel. Parepare sendiri menawarkan proyek investasi Hotel dan Convention Hall.
SSIC merupakan acara tahunan yang rutin diselanggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sulsel bekerja sama dengan Pemprov Sulsel sejak tahun 2021.
Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Provinsi yang tergabung dalam PINISI SULTAN di antaranya DMPTSP Sulsel, Bappelitbangda Sulsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, serta Dinas Pariwisata Sulsel, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Project Owner Investment Project Ready to Offer (IPRO), sampai Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Selatan.
Dengan mengusung tema Strengthening a Fast-Growing, Inclusive and Sustainable Economy, SSIC kali ini menjaring 24 usulan Projek Investasi senilai Rp9,12 triliun.
Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, terpilih 5 projek investasi terbaik. Dari 24 peserta SSIC 2023, telah dilakukan penilaian tahap pertama dan kedua oleh lima dewan Juri.
Hasil seleksi menyisakan lima Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang akan mempresentasikan proyek investasinya dihadapan dewan juri langsung.
Kelima Proyek Investasi tersebut adalah Pengolahan Rumput laut dari Kabupaten Bone, Pengembangan Kawasan Industri Bantaeng Pabrik Baterai Litium dari Kabupaten Bantaeng, Kota Parepare dengan proyek investasi Hotel dan Convention hall, Industri Pengalengan Ikan Sarden Terintegrasi dari Kabupaten Sinjai, serta Pengembangan Kawasan Minapolitan Selayar (KMS) dari Kabupaten Selayar.
Dari lima kabupaten/kota finalis SSIC 2023 tersebut, para kepala daerahnya atau pejabat yang mewakili mempresentasikan potensi project investasi yang siap untuk ditawarkan ke investor ke para dewan juri.
Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim mewakili Wali Kota Parepare, Taufan Pawe hadir langsung di acara tersebut yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Senin, 31 Juli 2023.
SSIC tersebut sebagai upaya Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.










