Terkini, Barru – Sebuah inisiatif ambisius untuk menata ulang peradaban dari akar rumput diluncurkan hari ini dengan dimulainya Gerakan Seribu Titik Masjid dan Kampung Thayyibah Digital. Gagasan kolektif yang diprakarsai oleh Kurir Langit Indonesia ini bertujuan menjadikan masjid dan kampung sebagai episentrum kebaikan dan penggerak pembangunan bagi Islam, Indonesia, dan dunia.
Kick-off gerakan ini diselenggarakan di Masjid Modern Kurir Langit, Ujunge, Kabupaten Barru, yang sekaligus ditetapkan sebagai Kampung Thayyibah Digital Percontohan. Acara ini menandai dimulainya rangkaian roadshow yang akan menyambangi berbagai kabupaten/kota untuk memperkenalkan wajah baru kampung yang digerakkan dari masjid.
Presiden Kurir Langit Indonesia, Andi Muhammad Nur Syahid, dalam sambutannya menekankan visi besar di balik gerakan ini. "Dari inisiatif perdana ini, insyaallah kami akan menggerakkan 1.000 masjid, 1.000 kampung, 1.000 halaqah Al-Quran, 10.000 UMKM, 24.000 Muslimah Bergerak, dan 1.000 kiai serta ulama yang mengayomi," ujarnya penuh semangat.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Asisten 1 Pemprov Sulsel, Ketua Pokja 1 Tim Penggerak PKK Sulsel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Sulsel, Ketua BKMT Sulsel, Anggota DPRD Provinsi Sulsel, RMO X BSI Sulsel, Kadis Koperasi UMKM Kab. Barru, serta perwakilan OPD terkait, perwakilan kabupaten/kota se-Sulsel, TNI/Polri, Paskas Indonesia Timur, Konsorsium Pesantren Bersaudara, dan majelis-majelis taklim.
Kegiatan kick-off ini juga dirangkaikan dengan beberapa peluncuran program penting, meliputi pembinaan UMKM, program Muslimah Bergerak, aktivasi Masjid Modern, berbagai program sosial kemasjidan, aktivasi badan usaha berbasis masjid, serta penerbitan kurikulum metode 1 Jam Bisa Praktik Baca Al-Quran "Al-Isra".
Gerakan ini menargetkan Seribu Titik di seluruh Sulawesi Selatan, dengan masing-masing 40 masjid dan kampung di setiap kabupaten/kota akan menjadi bagian dari inisiatif transformatif ini. "Kami berharap gerakan ini dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik, dimulai dari lingkungan terdekat kita," tambah Muhammad Nur Syahid.










