Terkini, Parepare - Pengukuhan Paskibraka Kota Parepare yang dikukuhkan langsung Penjabat Wali Kota Parepare, dihalaman Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis 15 Agustus 2024 menjadi akhir dari pelaksanaan latihan fisik bagi seluruh Peserta Paskibraka Kota Parepare yang akan bertugas nantinya pada Puncak detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2024 di Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare.
Kepala Kesbangpol Kota Parepare, Rustan Asta, mengatakan, para petugas Paskibraka yang akan bertugas nantinya pada tanggal 17 Agustus telah menjalani Proses latihan selama 2 bulan, dimana untuk bulan pertama itu dilatih oleh Anggota PPI kemudian pada satu bulan selanjutnya itu dilatih TNI dan Polri.
"Mereka semua ini sudah latihan selama dua bulan, satu bulan pertama di latih seniornya di PPI bulan berikutnya dilatih oleh TNI dan Polri,"katanya.
Rustan, mengaku, kalau setelah melalui Proses latihan tersebut semua anggota Paskibraka ini di inapkan selama 7 hari di Hotel kenari hingga selesainya pelaksanaan Puncak detik-detik proklamasi nantinya lada 17 Agustus, dimana mereka akan bertugas melakukan upacara kenaikan bendera dan penurunan bendera.
Dia menambahkan kalau setelah proses pengukuhan ini sendiri, akan dilanjutkan zikir dan doa bersama, semoga segala Proses pelaksanaan Upacara bendera nantinya berjalan dengan baik. "Akan ada zikir dan doa setelah Pengukuhan, kemudian mereka akan fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Upacara nantinya,"paparnya.
Terkait penggunaan Jilbab, tambah Rustan, pihaknya telah berkonsultasi dengan BPIP sebagai pusat dari Paskibraka ini, dan kami telah meminta agar untuk Kota Parepare tetap kita menggunakan Jilbab bagi Paskibraka yang memang menggunakan Jilbab.
"Kami sayangkan kejadian itu tapi kami sudah protes dan berkonsultasi untuk Kota Parepare kita tidak melarang peserta Paskibraka untuk menggunakan Hijab,"tegas Rustan Asta.
Rustan, juga menanggapi terkait usulan Penjabat Wali Kota Parepare untuk membawa peserta Paskibraka jalan-jalan setelah bertugas, itu mengaku memang ada anggaran untuk hal tersebut, sisa nantinya ditentukan lokasi yang dipilih.
"Tadi dari Pak Penjabat ada dua opsi yang ditawarkan yakni IKN atau Jogja, nanti kita bahas lebih lanjut lagi,"pungkasnya.










