Jaring Aspirasi di Bacukiki, Jusvari Genda: Jangan Lelah Bersuara Kami Tetap Memperjuangkan

Jaring Aspirasi di Bacukiki, Jusvari Genda: Jangan Lelah Bersuara Kami Tetap Memperjuangkan

Muhammad Arsyad

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Parepare — Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jusvari Genda, kembali menunjukkan komitmennya mengawal suara rakyat. Meski kondisi fiskal daerah tengah menghadapi tantangan berat, legislator yang akrab disapa Pamulang ini menegaskan bahwa amanah konstituen tetap menjadi prioritas utama.

Hal itu disampaikannya saat menggelar Reses Temu Konstituen di Jalan Lasangga, Komplek Ruko Pamulang Square, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kamis sore 14 Mei 2026. Di hadapan ratusan warga, Jusvari secara transparan memaparkan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami keterbatasan akibat pemangkasan dana transfer pusat (TKD) hingga lebih dari Rp101 miliar.

"Efisiensi ini memang berdampak pada frekuensi reses yang semula tiga kali menjadi dua kali setahun. Namun, keterbatasan anggaran bukan alasan bagi kami untuk berhenti bekerja. Kami tetap hadir di tengah warga untuk memastikan setiap aspirasi tertampung dengan baik," ujar Jusvari.

Politisi PKS ini juga membangkitkan optimisme warga agar tidak skeptis dalam menyuarakan kebutuhan mereka. Menurutnya, aspirasi yang belum terwujud bukan berarti diabaikan, melainkan hanya tertunda karena penyesuaian skala prioritas anggaran.

"Jangan pernah bosan menyampaikan aspirasi. Buktinya, di wilayah Bacukiki secara bertahap kita sudah realisasikan perbaikan jalan rusak hingga pembenahan drainase. Semua berjalan sesuai porsi anggaran yang ada," lanjut Anggota Komisi III ini.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong warga untuk mengusulkan bantuan usaha produktif, khususnya bagi pelaku UMKM kuliner dan perbengkelan, guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan mencuatnya berbagai isu krusial. Sukirman, warga Jalan H. Mukaddas, menitipkan harapan agar infrastruktur di wilayahnya segera direhabilitasi, termasuk penanganan titik rawan banjir di Jalan Jend. M. Yusuf.

Isu sosial juga menjadi sorotan tajam. Sunarti, warga Wekkee, mengeluhkan ketidakakuratan data Desil yang membuat warga tidak mampu justru tidak terjangkau bantuan.

Hal senada diperkuat oleh tokoh masyarakat, Sultan (Bang One), yang meminta BPS dan Dinas Sosial melakukan validasi data yang lebih presisi agar tepat sasaran.

Sementara itu, keresahan tenaga PPPK terkait isu pengurangan kuota serta kejelasan program seragam sekolah gratis bagi siswa SMA juga menjadi poin utama yang dipertanyakan oleh warga seperti Nurmini dan Zaenal.

Menanggapi hal tersebut, Jusvari memberikan angin segar mengenai program seragam sekolah gratis. Ia menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp2 miliar lebih telah disetujui DPRD tahun ini melalui Bagian Kesra.

"Anggarannya sudah ada. Sekarang tinggal menunggu sistem distribusi dari Pemkot. Kami di DPRD akan mengawasi ketat, terutama soal kualitas seragamnya agar benar-benar layak dan bermanfaat bagi siswa," tegas Ketua Harian IKA STM 80-SMKN 2 Parepare ini.

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Ketua DPD PKS Parepare, Muh Arsyad, jajaran pengurus DPC PKS Bacukiki, tokoh perempuan, pemuda, serta tim pemenangan yang mendampingi jalannya penjaringan aspirasi hingga usai.