Pemerintah dapat menyediakan subsidi langsung atau kredit berbunga rendah untuk pembelian peralatan AEI.
Kemitraan dengan sektor swasta melalui skema build-operate-transfer dapat menjadi alternatif pembiayaan yang menarik bagi investor sambil memberikan akses teknologi bagi petani tanpa beban investasi besar.
Model pembiayaan mikro dan koperasi juga dapat dikembangkan untuk memfasilitasi akses petani kecil terhadap teknologi AEI.
Pengembangan ekosistem inovasi pertanian juga penting untuk keberlanjutan AEI.
Startup teknologi pertanian perlu didorong untuk mengembangkan solusi yang tidak hanya canggih secara teknologi tetapi juga praktis dan terjangkau bagi petani Indonesia.
Inkubator bisnis dan program akselerator khusus agritech dapat memfasilitasi pengembangan inovasi yang mendukung implementasi AEI.
Regulasi yang mendukung juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan AEI.
Penyederhanaan prosedur perizinan untuk instalasi energi terbarukan skala kecil, insentif fiskal untuk investasi teknologi pertanian, dan standardisasi peralatan AEI dapat mempercepat adopsi teknologi ini.
Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci sukses implementasi AEI yang berkelanjutan.
Pemerintah pusat dan daerah perlu menyelaraskan kebijakan dan program untuk menciptakan sinergi yang optimal.










