Mewujudkan Elektrifikasi Pertanian Berkelanjutan melalui Agricultural Energy Internet (AEI) untuk Kesejahteraan Petani

Mewujudkan Elektrifikasi Pertanian Berkelanjutan melalui Agricultural Energy Internet (AEI) untuk Kesejahteraan Petani

R
Redaksi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Investasi awal yang relatif tinggi untuk instalasi peralatan AEI juga menjadi kendala, terutama bagi petani kecil dengan modal terbatas.

Pemerintah bahkan menurunkan target pencapaian energi terbarukan dari 23% menjadi 17-19% pada tahun 2025, menunjukkan adanya tantangan dalam akselerasi transisi energi.

Kondisi ini memerlukan strategi khusus untuk mendorong adopsi AEI di sektor pertanian.

Solusi komprehensif diperlukan untuk mengatasi tantangan implementasi AEI memerlukan pendekatan multi-stakeholder yang terkoordinasi.

Pembangunan infrastruktur digital harus diprioritaskan, termasuk perluasan jaringan internet dan pembangunan tower telekomunikasi di daerah terpencil.

Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk program digitalisasi pertanian yang terintegrasi dengan pengembangan energi terbarukan.

Program pelatihan dan pendampingan teknologi digital harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan petani lokal.

Kementerian Pertanian dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mengembangkan kurikulum pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Pendekatan peer-to-peer learning, di mana petani yang sudah mahir mengajarkan petani lain, terbukti efektif dalam akselerasi adopsi teknologi karena menggunakan bahasa dan contoh yang mudah dipahami.

Skema pembiayaan inovatif perlu dikembangkan untuk mengurangi beban investasi awal yang menjadi kendala utama adopsi AEI.